Sarjana Filsafat Keilahian (S.Fil.) (S-1)

Akreditasi “A” dari BAN-PT (Surat Keputusan BAN-PT No. 7314/SK/BAN-PT/Ak.Ppj/S/VIII/2025), berlaku 17 Agustus 2025 – 17 Agustus 2030.

Akreditasi program Bachelor of Divinity dari ATESEA (Association for Theological Education in South East Asia), tanggal 20 Agustus 2025 – April 2030.

A. Visi Program Studi Sarjana Filsafat Keilahian

Menjadi

  1. Menjadi Program Sarjana Filsafat Keilahian yang unggul di Indonesia dan Asia;
  2. Menjadi Program Sarjana Filsafat Keilahian yang bermutu tinggi dalam hal pembelajaran (learning process), penelitian (research management), dan pengabdian masyarakat (ecclesial and social ministry);
  3. Menjadi Program Sarjana Filsafat Keilahian yang berwawasan teologi kontekstual, kerjasama ekumenis, spiritualitas Kristiani, dan jiwa religius yang dijiwai oleh nilai-nilai keterbukaan.yang bermutu tinggi da

B. Misi Program Studi Sarjana Filsafat Keilahian

  1. Menyelenggarakan pendidikan akademik di bidang Filsafat Keilahian yang berwawasan ekumenis secara nasional (konteks Indonesia) maupun internasional (konteks global).
  2. Melakukan penelitian akademik yang mengaplikasikan ilmu Filsafat Keilahian bagi kepentingan: masyarakat, bangsa, negara, beserta gereja-gereja di Republik Indonesia.
  3. Membangun jaringan pengabdian masyarakat, yang membantu para mahasiswa dan alumni untuk mengembangkan diri sebagai tenaga profesional dan narasumber spiritual di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang majemuk.

C. Tujuan Program Studi Sarjana Filsafat Keilahian

Menghasilkan lulusan Program Filsafat Keilahian tingkat sarjana yang memiliki kompetensi untuk:

  1. Melakukan pengajaran dan penelitian Filsafat Keilahian dan pengabdian masyarakat dalam konteks pergumulan komunitas religius di Indonesia.
  2. Mengembangkan liturgi yang ekumenis dan terbuka.
  3. Menghidupi sebuah kepemimpinan yang transformatif.
  4. Melakukan penggembalaan dan mediasi yang holistik.
  5. Memiliki keterlibatan dalam berbagai komunitas religius dan keterlibatan ekumenis yang berdampak.
  6. Melakukan pembangunan komunitas religius yang transformasional.
  7. Terlibat secara bermakna dalam persoalan kemasyarakatan, dan mengolah keterampilan berjejaring dalam konteks lokal, nasional, dan global.

D. Sasaran Program Studi Sarjana Filsafat Keilahian

Tiga sasaran utama Program Sarjana Filsafat Keilahian adalah sebagai berikut:

  • Lulusan yang Unggul Secara Akademis, Spiritual, dan Ministerial. Lulusan STFT (STT) Jakarta memiliki kualitas dan integritas untuk menjadi pemimpin-pelayan dan pemimpin-sahabat di komunitas religius dan masyarakat Indonesia melalui proses pendidikan Filsafat Keilahian unggul yang berbasis riset.
  • Komunitas yang Misional. STFT (STT) Jakarta akan menjadi komunitas akademis yang berwawasan ekumenis dan kontekstual dalam menjawab kebutuhan komunitas religius dan masyarakat Indonesia.
  • Organisasi yang Berkelanjutan. STFT (STT) Jakarta memiliki tata kelola yang profesional dan akuntabel, kemitraan yang saling membangun, dan sumber dana yang berkelanjutan.

E. Profil Lulusan Program Studi Sarjana Filsafat Keilahian

  1. Menjelaskan makna kitab suci dan menunjukkan cara penerapannya.
  2. Menerangkan makna tradisi iman dan mengusahakan cara pengembangannya.
  3. Melayani misteri-misteri iman dalam peristiwa-peristiwa liturgis.
  4. Mendampingi umat beriman dalam mengolah aneka krisis kehidupan.
  5. Memimpin pengorganisasian umat beriman, baik yang sifatnya institusional maupun yang
    berupa kelompok-kelompok kecil yang saling mengenal (komunitas basis).
  6. Menciptakan sumber-sumber belajar yang mencerdaskan iman.
  7. Merefleksikan iman—baik pada tataran pengalaman, tekstual, maupun budaya—secara kritis dan
    sistematis (berteologi, doing theology).
  8. Menciptakan aneka sarana komunikasi kreatif untuk memperdalam penghayatan iman,
    mencerdaskan pengungkapan iman, serta memperindah perayaan iman.

F. Jumlah dan Komposisi Beban Studi

No Kategori Matakuliah sks Catatan
1 Extra-Kurikuler 0 Mahasiswa yang skor TOEFL-PBT-nya belum mencapai 450 diimbau untuk mengikuti kursus, sebab kemampuan berbahasa Inggris yang setara dengan skor TOEFL 450 adalah syarat kelulusan.
2 Ko-Kurikuler 0 Mahasiswa mengikuti kegiatan kemahasiswaan, yang dikoordinasi oleh Lembaga Kemahasiswaan dan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) di bawah binaan Waket-3, sebagai syarat untuk mendapatkan Surat Keterangan Pendamping Ijazah.
3 Pendidikan Lapangan 17 Mahasiswa mengikuti serangkaian kegiatan Pendidikan Lapangan yang dikoordinasi oleh UP2M (Unit Penelitian & Pengabdian Masyarakat) secara terpadu: mulai tahap perencanaan, persiapan, pelaksanaan, hingga evaluasinya.
4 Suplemen 14 Melalui matakuliah-matakuliah suplemen ini mahasiswa dibekali dengan pengetahuan tentang: Dasar Negara dan keterampilan-keterampilan dasar untuk belajar di perguruan tinggi dengan tridarmanya (belajar-mengajar, meneliti, dan mengabdi masyarakat).
5 Wilayah Klasik: Ilmu Teologi Klasik (theological classics) 62 Melalui matakuliah-matakuliah “wilayah klasik” ini mahasiswa dibekali dengan ilmu Teologi (yang dahulu disebut teologi) pada tataran paling dasar, yang membicarakan: biblika, historika, sistematika, praktika-liturgika, dan agama-agama, dengan perbincangan yang sifatnya umum (introduksi, pengantar).
6 Wilayah Kontemporer: Isu-isu actual 36 Melalui matakuliah-matakuliah “wilayah kontemporer” – yang nantinya akan disebut mata kuliah tematik – ini mahasiswa dibekali dengan ilmu Teologi yang secara aktif bersinggungan dengan isu-isu kekinian, sehingga perspektif klasik yang dimilikinya dapat dikembangkan lebih lanjut secara aktual-kontekstual.
7 Wilayah Karyatama 20 Melalui matakuliah-matakuliah “wilayah karyatama” ini mahasiswa dibimbing untuk melakukan penelitian segar di medan diskursus Teologi, dengan memperhatikan: ketelitian metodologis, bobot exigency (kesadaran baru yang mengatasi commonsense, kepekaaan atas situasi menantang, tema zaman), dan keutuhan karya-akhir (yang disebut karyatama) yang  wujudnya berupa skripsi—yaitu naskah akademik yang siap diseminarkan secara publik—atau karya lain.
Jumlah sks wajib 149  
Jumlah sks pilihan 4 Bahasa Ibrani Lanjutan (2 sks), Bahasa Yunani Lanjutan (2 sks).Jika mahasiswa berminat, ia dapat mengambil lebih dari 9 matakuliah Tematik yang akan diperhitungkan sebagai pilihan.

G. Dosen

  1. Aart Van Beek, D.Th., D.Min. Bidang Studi: Teologi Pastoral
  2. Pdt. Agustinus Setiawidi, MA. Th.D. Bidang Studi: Perjanjian Lama & Bahasa Ibrani
  3. Pdt. Asigor P. Sitanggang, Th.D. Bidang Studi: Perjanjian Baru & Bahasa Yunani
  4. Pdt. Prof. Binsar Jonathan Pakpahan, Ph.D. Bidang Studi: Filsafat, Etika, dan Teologi Publik      
  5. Pdt. Ester Pudjo Widiasih, Ph.D. Bidang Studi: Musik Gereja & Liturgi
  6. Pdt. Prof. Jan Sihar Aritonang, Ph.D. Bidang Studi: Historika & Ekumenika
  7. Pdt. Prof. Joas Adiprasetya, Th.D. Bidang Studi: Sistematika & Etika
  8. Pdt. Justitia Vox Dei Hattu, Th.D. Bidang Studi: Pendidikan Kristiani
  9. Dr. Novy Amelia E. Sine. Bidang Studi: Pendidikan Kristiani
  10. Pdt. Rahel Sermon Harapani Daulay, M.L.M., D.W.S. Bidang Studi: Musik Gereja, Himnologi.
  11. Pdt. (Em.) Dr. Rasid Rachman. Bidang Studi: Liturgika
  12. Pdt. Prof. Septemmy E. Lakawa, Th.D. Bidang Studi: Studi Misi, Teologi Feminis & Teologi Trauma
  13. Pdt. Simon Rachmadi, Ph.D. Bidang Studi: Sistematika & Spiritualitas Kristiani
  14. Pdt. Yonky Karman, Ph.D. Bidang Studi: Perjanjian Lama & Bahasa Ibrani
  15. Pdt. Yusak Soleiman, Ph.D. Bidang Studi: Historika dan Ekumenika  
  16. Erich von Marthin Elraphoma, M.Th., Ph.D. Bidang Studi: Pendidikan Kristiani
  17. Pdt. Indah Sriulina, M.Th., MA. Bidang Studi: Teologi Pastoral
  18. Pdt. Sally Neparassi, M.Th. Bidang Studi: Studi-studi Perjanjian Baru
  19. Pdt. Leonard Bayu Laksono Dalope, M.Si. Bidang Studi: Sejarah Gereja, Ekumenika